KHILAFAH adalah Sistem Pemerintahan


             (Sumber photo: Merdeka.com) 


KHILAFAH dalam KONSEP dan REALITA

(By Asriaty)

Tidak ada satu pun kata khilafah dalam al-Quran

Kamaruddin Khan menyatakan konsep negara sama sekali tidak ada dalam al-Quran.

Husain Haikal menyatakan bahwa konteks bernegara Islam hanya menyajikan nilai-nilai moral etika sebagai acuan dalam bernegara, tanpa menentukan sistem pemerintahan tertentu.

Mahfud MD menyatakan tidak ada sistem negara khilafah dalam Islam, yang ada prinsip khilafah yang tertuang dalam al-Quran. Berarti setiap negara bisa menetukan sendiri sistem pemerintahannya.

Sepanjang sejarah Islam pernah ada khilafah tetapi dengan sistem pemerintahan yang berbeda-beda.

Pada masa khulafaurrasyidin diterapkan sistem pemerintahan berdasarkan "Syura" (musyawarah)

Pada masa pemerintahan Umayyah, Abbasiyah hingga Turki Utsmani sistem pemerintahan berbentuk "Monarki".

Dari berbagai uraian di atas dapat dikatakan, sistem pemerintahan berupa "Khilafah Islamiyyah" sama sekali tidak memiliki dasar teologi dalam al-Qur'an. 

Dalam konteks bernegara, Islam hanya menyajikan nilai-nilai universal yang dapat dipedomani dalam bernegara. Seperti 

- Adil (al-adalah). Q.S. al-Maidah ayat 8, Q.S. an-Nahl ayat 90.

- As-Syura (musyawarah) Q.S. as-Syura ayat 38. Q.S. al-Imran ayat 159

- Amanah .Q.S. an. Nisa ayat 58. Q.S. al-Mu'minun ayat 8. Q.S. al-ahzab ayat 72..

Lalu.. 

Bagaimana penerapan Nilai-Nilai Etika dalam Al-Quran...?

Berdasarkan hasil riset Prof. Hussain Askari dari George Washington University USA yang dilakukan sejak tahun 2010 secara rutin tahunan. 

Untuk mengetahui indeks ke-Islaman dalam menganalisis hak politik, hubungan internasional, tindakan HAM, hukum dan ekonomi dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur-an dan matan-matan as-Sunnah yang relevan, menunjukkan bahwa sebagian besar negara-negara yang menerapkan nilai-nilai, etika, dan prinsip ajaran  Islam adalah di negara Barat bukan dari negara-negara Islam.

Berdasarkan riset Hussain Askari tahun 2018 menunjukkan hasil dengan urutan ranking : 

1. New Zealand. 

2. Sweden  

3. Holland 

4. Iceland 

5. Switzerland

6.  Ireland

Sementara yang dari negara Islam, secara berurutan 

United Arab Emirate (UAE) ranking ke-45, 

Albania ke-46, 

Malaysia ke-47, 

Qatar ke-48, 

Indonesia ke-64, 

Turkey ke-70. 

Dari hasil penelitian Hossein Askari mendapatkan bahwa kebanyakan negara Islam menggunakan agama sebagai instrumen untuk mengendalikan negara. 

Muhammad Abduh Rektor Univ. Al- Azhar Mesir Kairo sorang filusuf dan pembaru Islam. 

Saat berkunjung ke Paris thn 1889 menyaksikan kota Paris indah, bersih, teratur, rapi, penduduknya bersemangat kerja, disiplin, tepat waktu, sopan, ramah. 

Maka Muh. Abduk berucap.

"raaytu al-Islam wa lan ara Muslim"

..Aku melihat Islam disana, padahal aku tidak melihat org Muslim...

Setelah melihat prilaku orang Kairo yang berbanding terbalik, maka Muh. Abduh berucap..

"raaytu al-Muslim wa la ara al-Islam"

...Aku melihat banyk org Muslim tapi aku tidak melihat Islam pada diri mereka...

New Zealand dengan mayoritas non muslim lebih menerapkan nilai-nilai ajaran Islam , hal ini membuktikan bahwa MAYORITAS BELUM TENTU BERKUALITAS.

Pemahaman agama tidak menjamin sikap dan karakter ummat Islam dewasa ini. Maka perlu adanya tindakan atau amalan untuk menjalankan agama secara kaffah.

Keberimanan seseorang yang menjadi tolak ukur adalah perbuatan  keagamaannya. Praktek ritual keagamaan tidak dapat berdiri sendiri, 

tetapi perlu dibarengi dengan implementasi ke Islaman secara sosial.

Sikap intoleransi terhadap identitas keagamaan membuat kita harus lebih prihatin serta sikap fanatisme yang berlebihan sehingga mencuat isu kekerasan yang berakibat basis sosial menjadi rapuh.

Dalam suatu hadis riwayat Ibnu Majah dikatakan:

"Al-imanu ma'rifatu bil qalbi wa qawlun bil lisani wa amalun bil arkani"

...."Dinamakan Iman itu adalah diucapkan dengan lidah, diyakini dengan hati dan dilksanakan serta diamalkan dgn seluruh anggota tubuh".....


Wallahu a'lam..💐🌹🌷❤️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDIDIKAN, EKONOMI DAN AGAMA: MAMPUKAH SULBAR MENANGKAP PELUANG?

ZAIN OFFICE MENYAPA, ADA SENYUM TERUNTAI